Pengaturan Tindak Pidana Yang Menghambat Proses Peradilan (Contempt Of Court) Dalam Sistem Hukum Pidana Indonesia

Zebua, Magdalena ( 1087014 ) (2014) Pengaturan Tindak Pidana Yang Menghambat Proses Peradilan (Contempt Of Court) Dalam Sistem Hukum Pidana Indonesia. Other thesis, Universitas Kristen Maranatha.

[img]
Preview
Text
1087014_Abstract_TOC.pdf - Accepted Version

Download (53Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
1087014_Appendices.pdf - Accepted Version

Download (16Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
1087014_Chapter1.pdf - Accepted Version

Download (88Kb) | Preview
[img] Text
1087014_Chapter2.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (106Kb)
[img] Text
1087014_Chapter3.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (134Kb)
[img] Text
1087014_Chapter4.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (124Kb)
[img]
Preview
Text
1087014_Conclusion.pdf - Accepted Version

Download (31Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
1087014_Cover.pdf - Accepted Version

Download (32Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
1087014_References.pdf - Accepted Version

Download (31Kb) | Preview

Abstract

Perkembangan sosial mempengaruhi pola-pola tindakan manusia. Demikian juga perkembangan sosial mempengaruhi perkembangan kejahatan. Adapun Salah satunya, yaitu perbuatan yang dianggap merendahkan dan merongrong kewibawaan, martabat dan kehormatan terhadap peradilan. Perbuatan tersebut disebut sebagai tindak pidana Contempt of Court. Rancangan Undang-Undang KUHP, di dalam perumusannya mencoba menerapkan kebijakan kriminalisasi perbuatan Contempt of Court. Istilah Contempt of Court dikenal dalam sistem Common Law, di mana dalam Rancangan KUHP Indonesia istilah tersebut diterjemahkan sebagai tindak pidana terhadap proses peradilan. Tulisan ini membahas apakah tindakan Contempt of Court perlu dikriminalisasi. Metode yang digunakan adalah metode penelitian yuridis normatif. Metode yuridis normatif merupakan suatu penelitian bersifat deduktif. Bahan-bahan hukum yang digunakan antara lain bahan hukum primer mencakup peraturan perundang-undangan dan bahan hukum sekunder yaitu bahan pustaka yang berisikan informasi tentang bahan primer terdiri dari penjelasan undang-undang, Rancangan undang- undang KUHP dan literatur-literatur, kajian akademis, tesis-tesis. Metode pendekatan yuridis normatif bertujuan untuk mengetahui pengertian Contempt of Court dan mengkaji kriminalisasi terhadap tindakan Contempt of Court, serta urgensitas Contempt of Court dalam Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana. Penulis menyimpulkan bahwa pengertian tindakan Contempt of Court adalah segala perbuatan, tingkah laku, sikap dan ucapan yang dapat menghilangkan sifat sakral dari suatu peradilan dan merendahkan kewibawaan, martabat dan kehormatan badan peradilan. Dalam sistem hukum pidana Indonesia dapat dikriminalisasi sehingga perlu diatur dalam Rancangan Undang-undang Kitab Hukum Pidana indonesia. Dalam penegakkan hukumnya harus berdasarkan asas legalitas sehingga perlu adanya pengesahan undang-undang. Tetapi, sebelum dilakukannya pengesahan maka harus ada pembenahan dalam pasal karena tidak semua pasal dalam Rancangan Undang-undang Kitab Hukum Pidana tersebut dapat dikriminalisasi.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Kriminalisasi, Contempt Of Court, Sistem Hukum Pidana Indonesia
Subjects: K Law > K Law (General)
Depositing User: Perpustakaan Maranatha
Date Deposited: 28 May 2014 06:57
Last Modified: 28 May 2014 06:57
URI: http://repository.maranatha.edu/id/eprint/5965

Actions (login required)

View Item View Item