Penerapan Activity Based Costing Dalam Penentuan Kos Produk yang Lebih Akurat (Studi Kasus Pandan Wangi Coffee Shop Hotel Santika Bandung)

Arifin, Kartika Dewi ( 0351068 ) (2006) Penerapan Activity Based Costing Dalam Penentuan Kos Produk yang Lebih Akurat (Studi Kasus Pandan Wangi Coffee Shop Hotel Santika Bandung). Other thesis, Universitas Kristen Maranatha.

[img]
Preview
Text
0351068_Abstract_TOC.pdf - Accepted Version

Download (307Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0351068_Appendices.pdf - Accepted Version

Download (55Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0351068_Chapter1.pdf - Accepted Version

Download (309Kb) | Preview
[img] Text
0351068_Chapter2.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (415Kb)
[img] Text
0351068_Chapter3.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (311Kb)
[img] Text
0351068_Chapter4.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (543Kb)
[img]
Preview
Text
0351068_Conclusion.pdf - Accepted Version

Download (235Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0351068_Cover.pdf - Accepted Version

Download (181Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0351068_References.pdf - Accepted Version

Download (71Kb) | Preview

Abstract

Pandan Wangi Coffe Shop merupakan main restaurant Hotel Santika Bandung yang memproduksi beragam jenis makanan. Keberagamanproduk ini menyebabkan kos produksi tidak langsung yang hanya di-assign berdasarkan satu dasar assignmentsaja tidak lagi memadai. Melalui skripsi ini penulis akan melakukan penelitian dan pembahasan mengenai perhitungan kos produk yang dijalankan manajemen selama ini. Selanjutnya penulis mencoba melakukan perhitungan kos produk berdasarkan activity-based costing dan kemudian membandingkannya dengan kos produk yang ditetapkan manajemen. Pihak manajemen selama ini melakukan perhitungan kos produk berdasarkan traditional costing yang meng-assign kos produksi tidak langsungnya berdasarkan voluma produksi saja. Sistem ini tidak dapat mencerminkan jumlah kos yang sebenarnya dikonsumsi oleh setiap produk karena pada kenyataannya tidak semua kos berubah secara proporsional dengan voluma produksi. Dengan activity-based costing, kos produksi tidak langsung yang terjadi di-assign sebanyak dua kali. Pertama-tama kos produksi tidak langsung di-assignke setiap aktivitas yang terjadi dan selanjutnya barulah kos aktivitas ini di-assign ke setiap produk yang mengkonsumsi aktivitas yang bersangkutan. Metoda ini memungkinkan penggambaran konsumsi kos yang lebih akurat oleh setiap produk. Hasil penelitian ini memperlihatkan perhitungan kosproduk menurut pihak manajemen untuk Nasi Goreng Santika, Sop Buntut goreng dan Sphagetty Bolonaise adalah Rp14,137 , Rp11,557 dan Rp 15,470, Sedangkan menurut activity-based costing adalah Rp13,496, Rp 12,779 dan Rp15,715. Dapat dilihat bahwa selama ini perhitungan kos produk Nasi GorengSantika terlalu tinggi sebesar Rp 641 sedangkan perhitungan kos prduk Sop Buntut Goreng dan Sphagetty Bolonaisejustru terlalu rendah masing-masing sebesar Rp1,222 dan Rp245. Oleh karena proporsi kos produksi tidak langsung dari keseluruhan kos produksi yang terjadi tidaklah terlalu besar (13,58%), maka perbedaan yang terjadipun tidaklah signifikan. Berdasarkan hasil yang diperoleh, penulis menyarankan bahwa manajemen belum perlu menerapkan activity-based costing untuk memperhitungkan kos produknya. Dalam penerapannya, activity-based costing memerlukan kos dan waktu yang tidak sedikit sehingga perlu dipikirkan sematang mungki cost benefityang terjadi, jangan sampai kos yang terjdi lebih besar dari benefitnya.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
Divisions: Fakultas Ekonomi > School of Accounting
Depositing User: Perpustakaan Maranatha
Date Deposited: 12 May 2014 06:41
Last Modified: 12 May 2014 06:41
URI: http://repository.maranatha.edu/id/eprint/5667

Actions (login required)

View Item View Item