Usulan Penyeimbangan Lintasan Produksi Di Lini Perakitan Untuk Produk Folding Chair Dengan Menggunakan Algoritma Genetika (Studi Kasus : PT.Chitose Indonesia MFG)

Limiardi, Kristiawan ( 1023013 ) (2014) Usulan Penyeimbangan Lintasan Produksi Di Lini Perakitan Untuk Produk Folding Chair Dengan Menggunakan Algoritma Genetika (Studi Kasus : PT.Chitose Indonesia MFG). Other thesis, Universitas Kristen Maranatha.

[img]
Preview
Text
1023013_Abstract_TOC.pdf - Accepted Version

Download (45Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
1023013_Appendices.pdf - Accepted Version

Download (488Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
1023013_Chapter1.pdf - Accepted Version

Download (42Kb) | Preview
[img] Text
1023013_Chapter2.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (226Kb)
[img] Text
1023013_Chapter3.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (198Kb)
[img] Text
1023013_Chapter4.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (183Kb)
[img] Text
1023013_Chapter5.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (269Kb)
[img]
Preview
Text
1023013_Conclusion.pdf - Accepted Version

Download (33Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
1023013_Cover.pdf - Accepted Version

Download (147Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
1023013_References.pdf - Accepted Version

Download (31Kb) | Preview

Abstract

PT. Chitose Indonesia MFG merupakan suatu perusahaan yang bergerak pada bidang industri manufaktur dengan produk utamanya berupa kursi yang terbuat dari bahan baku logam. Perusahaan menerapkan sistem mass production dan job order. Produk yang termasuk dalam mass production adalah produk Yamato AA dan produk Cosmo-442. Masalah yang sedang dihadapi oleh perusahaan pada saat ini adalah tidak terpenuhinya target produksi yang sudah ditentukan oleh perusahaan sebesar 440 unit produk Yamato AA per hari dan 440 unit produk Cosmo-442 per hari. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan oleh penulis, penyebab tidak terpenuhinya target produksi tersebut adalah perencanaan lintasan produksi yang ada pada saat ini masih belum optimal sehingga efisiensi lintasan produksi menjadi kurang baik. Hal tersebut dapat terlihat dari sering terjadinya penumpukan produk setengah jadi dan delay pada beberapa stasiun kerja yang ada di lini perakitan. Oleh sebab itu, penulis akan memberikan usulan penyeimbangan lintasan produksi untuk menyelesaikan permasalahan yang sedang terjadi dalam perusahaan pada saat ini. Langkah pertama yang dilakukan oleh penulis dalam memberikan usulan penyeimbangan lintasan produksi adalah menghitung efisiensi lintasan produksi saat ini dan kapasitas produksi yang dihasilkan pada saat ini. Setelah itu, penulis melakukan perhitungan penyeimbangan lintasan produksi dengan memberikan tiga alternatif metode penyeimbangan lintasan produksi kepada perusahaan, yaitu metode Helgeson-Birnie Approach (Rank Positional Weight), metode Region Approach, dan metode Algoritma Genetika. Untuk melakukan perhitungan penyeimbangan lintasan produksi dengan Algoritma Genetika, penulis menggunakan software yang bertujuan untuk memudahkan penulis dalam melakukan perhitungan. Software tersebut diuji validasi terlebih dahulu oleh penulis dengan menggunakan suatu kasus sederhana (Simple Case). Berdasarkan hasil penyeimbangan lintasan produksi yang diperoleh, metode Algoritma Genetika merupakan metode yang diusulkan oleh penulis kepada pihak perusahaan. Untuk penyeimbangan lintasan produksi Yamato AA dengan metode Algoritma Genetika, diperoleh hasil nilai Efisiensi Lintasan Total sebesar 69,47%, kapasitas produksi sebesar 447 unit per hari, dan menggunakan 11 stasiun kerja. Untuk keadaan perusahaan saat ini, diperoleh hasil nilai Efisiensi Lintasan Total sebesar 50,74 %, kapasitas produksi sebesar 386 unit per hari, dan menggunakan 13 stasiun kerja. Dari hasil tersebut, diperoleh peningkatan Efisiensi Lintasan Total sebesar 18,73 % dengan peningkatan kapasitas produksi sebesar 61 unit per hari dan penghematan stasiun kerja sebanyak 2 stasiun kerja. Untuk penyeimbangan lintasan produksi Cosmo-442 dengan metode Algoritma Genetika, diperoleh hasil nilai Efisiensi Lintasan Total sebesar 68,77 %, kapasitas produksi sebesar 445 unit per hari, dan menggunakan 13 stasiun kerja. Untuk keadaan perusahaan saat ini, diperoleh hasil nilai Efisiensi Lintasan Total sebesar 48,33 %, kapasitas produksi sebesar 385 unit per hari, dan menggunakan 16 stasiun kerja. Dari hasil tersebut, diperoleh peningkatan Efisiensi Lintasan Total sebesar 20,44 % dengan peningkatan kapasitas produksi sebesar 60 unit per hari dan penghematan stasiun kerja sebanyak 3 stasiun kerja.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions: Faculty of Engineering > School of Industrial Engineering
Depositing User: Perpustakaan Maranatha
Date Deposited: 08 May 2014 09:32
Last Modified: 08 May 2014 09:32
URI: http://repository.maranatha.edu/id/eprint/5636

Actions (login required)

View Item View Item