Penambahan Fungsi Gerakan Dips Pada Alat Airwalker Ditinjau Dari Segi Ergonomis (Studi Kasus Di Perusahaan PT.Visi Indah Prima)

Ganluki, ( 0923095 ) (2013) Penambahan Fungsi Gerakan Dips Pada Alat Airwalker Ditinjau Dari Segi Ergonomis (Studi Kasus Di Perusahaan PT.Visi Indah Prima). Other thesis, Universitas Kristen Maranatha.

[img]
Preview
Text
0923095_Abstract_TOC.pdf - Accepted Version

Download (66Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0923095_Chapter1.pdf - Accepted Version

Download (27Kb) | Preview
[img] Text
0923095_Chapter2.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (129Kb)
[img] Text
0923095_Chapter3.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (36Kb)
[img] Text
0923095_Chapter4.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (537Kb)
[img] Text
0923095_Chapter5.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (2123Kb)
[img]
Preview
Text
0923095_Conclusion.pdf - Accepted Version

Download (36Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0923095_Cover.pdf - Accepted Version

Download (476Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0923095_References.pdf - Accepted Version

Download (27Kb) | Preview

Abstract

Perusahaan PT.VIP (Visi Indah Prima) yang bergerak di bidang sarana kebugaran dan pembuatan alat olahraga. Perusahaan tersebut adalah perusahaan yang berkecimpung dalam bidang pembuatan alat olahraga di Bandung. Perusahaan ini hampir 75 % membuat rancangan sendiri, dengan konsep penggunaan alat binaraga yang standar dipasaran. Oleh karena itu, dari tahun ke tahun pemilik perusahaan tersebut mencoba mengembangkan alat yang dirancang agar lebih baik dari sebelumnya, dengan menggunakan sumberdaya yang ahli di bidang olahraga. Pada perancangan saat ini, akan membuat alat berlari airwalker yang memiliki fungsi tambahan gerakan yang disebut dengan gerakan dips, gerakan tersebut berguna untuk melatih otot bagian atas tubuh seperti otot trisep, bahu, dada, dengan menggunakan satu alat rancangan yang baru, pengguna dapat menggunakan alat berlari sekaligus mendapatkan media untuk gerakan dips. Dengan penyesuaian ukuran yang diperlukan berbagai macam postur tubuh pengguna. Dalam perancangan airwalker yang baru, data-data yang dikumpulkan dimulai dari data umum perusahaan PT.VIP (Visi Indah Prima), pengambilan ukuran data antropometri yang didapatkan dari data primer di ukur langsung dari ukuran tubuh pria dewasa dengan usia mulai umur 22 tahun hingga pria yang berusia 38 tahun. Jumlah pria diketahui lebih banyak beraktifitas di area gym sehingga penelitian di fokuskan untuk pria. Data yang di ukur meliputi ukuran tinggi siku pada saat tubuh dalam posisi berdiri, tujuan dari pengukuran tersebut yaitu untuk mempermudah pengguna saat menjangkau tuas genggaman dips pada kondisi berdiri di atas pijakan. Pengukuran lebar bahu berfungsi untuk mengukur jarak antara genggaman tangan, sementara pengukuran lebar pinggul digunakan sebagai patokan untuk mengetahui lebar pijakan pada gerakan dips. Panjang telapak kaki yang diukur dari tumit bagian belakang hingga ujung jempol kaki berfungsi sebagai patokan untuk menentukan panjang pijakan kaki, sedangakan untuk pengukuran pegangan slot kunci menggunakan data lebar telapak tangan dari kelingking hingga telunjuk yang diperoleh dari hasil interpolasi buku konsep dasar dan aplikasi edisi kedua dari Eko Nurmianto. Bagian yang dirancang pada airwalker ini adalah jarak antar kedua genggaman tangan, tinggi pijakan kaki depan, panjang pijakan kaki depan, dan lebar pijakan kaki depan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Hasil perancangan yang dibuat meliputi ukuran jarak antar genggaman yang terdapat 3 slot, dengan ukuran slot 1 yaitu 33.36 cm bagi pengguna yang memiliki bahu pendek dan slot 2 dengan jarak 37.55 cm untuk bahu lebar menggunakan slot ke 3 dengan jarak 41.37 cm. Panjang alas kaki depan 28 cm dan lebar 42 cm, dengan ketinggian yang dapat diatur diantaranya dengan tinggi pertama 6.05 cm bagi P95%, 17.3 cm bagi tinggi tubuh dengan P50% dan tinggi maximal 28.55 cm bagi P5%. Terahir ukuran kunci slot sepanjang 8.8 cm yang diperoleh dari hasil interpolasi. Data antropometri yang dikumpulkan dalam perancangan ini menggunakan beberapa pengujian data, antara lain pengujian uji kenormalan data, uji keseragaman data dan uji cukup, lalu menghitung persentil. Hasil perancangan yang baru di analisis hingga faktor kesehatan dan keselamatan kerja, dilakukan dengan fishbone dan metode 5W1H.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions: Faculty of Engineering > School of Industrial Engineering
Depositing User: Perpustakaan Maranatha
Date Deposited: 07 May 2014 09:26
Last Modified: 07 May 2014 09:26
URI: http://repository.maranatha.edu/id/eprint/5609

Actions (login required)

View Item View Item