Perbandingan Pajak Terhutang Antara Laporan Keuangan Komersial Dengan Laporan Keuangan Fiskal (Studi Kasus PT. X)

Jennika, ( 0251235 ) (2007) Perbandingan Pajak Terhutang Antara Laporan Keuangan Komersial Dengan Laporan Keuangan Fiskal (Studi Kasus PT. X). Other thesis, Universitas Kristen Maranatha.

[img]
Preview
Text
0251235_Abstract_TOC.pdf - Accepted Version

Download (487Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0251235_Chapter1.pdf - Accepted Version

Download (321Kb) | Preview
[img] Text
0251235_Chapter2.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (449Kb)
[img] Text
0251235_Chapter3.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (348Kb)
[img] Text
0251235_Chapter4.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (396Kb)
[img]
Preview
Text
0251235_Conclusion.pdf - Accepted Version

Download (279Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0251235_Cover.pdf - Accepted Version

Download (358Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0251235_References.pdf - Accepted Version

Download (238Kb) | Preview

Abstract

Manfaat dari Laporan Keuangan adalah dapat digunakan oleh setiap pemakainya. Para pemakai laporan keuangan mempunyai kepentingan yang berbeda antara satu pihak dengan pihak yang lainnya. Laporan keuangan yang disampaikan untuk masyarakat, publik, dan manajemenyaitu laporan keuangan berdasarkan Standard Akuntansi Keuangan (SAK) dinamakan laporan keuangan komersial yaitu berisikan informasi bersifat keuangan yang digunakan untuk tujuan pengambilan keputusan ekonomi, sedangkan laporan keuangan yang disampaikan ke Fiskus / Dirjen Pajak adalah laporankeuangan yang disusun berdasrakan Undang – Undang Perpajakan dinamakan laporan keuangan fiskal. Laporan keuangan Komersial (LKK) pada dasarnya bertujuan untuk menghitung laba perusahaan dan mengukur kinerja manajemen, sedangkan laporan keuangan fiskal (LKF) bertujuan untuk menghitung besarnya pajak terhutang. Akibat adanya penyimpangan dari LKK adalah terjadinya kesalahan pengambilan keputusan oleh manajemen dan opini yangburuk terhadap laporan keuangan misalnya kreditor, investor, dan stockholder lainnya. Sedangkan penyimpangan dalam LKF mengakibatkan timbulnya sanksi perpajakan seperti sanksi administrasi berupa denda, kenaikan, dan bunga serta sanksi pidana. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analisis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancaradengan studi dokumen. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan membandingkan Laporan Keuangan Komersial dengan Laporan Keuangan Fiskal yag dibuat oleh perusahaan. Hasil dari pengolahan data yang ada didapat terlihat bahwa dalam Laporan Keuangan Komersial dan Laporan Keuangan Fiskal terdapat perbedaan dalam hal perhitungan penyusutan aktiva tetap. Perubahan perhitungan aktiva itu menyebabkan laba penjualan aktiva tetappun berbeda.Perbedaan–perbedaan tersebut terbukti pula dengan perbedaan besarnya pajak menurut Laporan Keuangan komersial dan Laporan Keuangan Fiskal dimana menurut laporan Keuangan Komersial pajak yang harus dibayar sebesarRp. 2.042.572,- sedangkan menurut Laporan Keuangan Fiskal sebesar Rp. 16.724.100,-.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
Divisions: Fakultas Ekonomi > School of Accounting
Depositing User: Perpustakaan Maranatha
Date Deposited: 20 Mar 2014 03:23
Last Modified: 20 Mar 2014 03:23
URI: http://repository.maranatha.edu/id/eprint/5174

Actions (login required)

View Item View Item