Perbandingan Efek Antibakteri Madu Randu (Ceiba pentandra), Madu Rambutan (Nephelium lappaceum), dan Madu Hutan Terhadap Pertumbuhan Populasi Streptococcus mutans (In Vitro)

Kurniawan, Ailsa ( 0912008 ) (2013) Perbandingan Efek Antibakteri Madu Randu (Ceiba pentandra), Madu Rambutan (Nephelium lappaceum), dan Madu Hutan Terhadap Pertumbuhan Populasi Streptococcus mutans (In Vitro). Other thesis, Universitas Kristen Maranatha.

[img]
Preview
Text
0912008_Abstract_TOC.PDF - Accepted Version

Download (194Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0912008_Appendices.PDF - Accepted Version

Download (586Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0912008_Chapter1.pdf - Accepted Version

Download (120Kb) | Preview
[img] Text
0912008_Chapter2.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (420Kb)
[img] Text
0912008_Chapter3.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (679Kb)
[img] Text
0912008_Chapter4.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (184Kb)
[img]
Preview
Text
0912008_Conclusion.pdf - Accepted Version

Download (78Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0912008_Cover.PDF - Accepted Version

Download (385Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
0912008_References.pdf - Accepted Version

Download (114Kb) | Preview

Abstract

Streptococcus mutans merupakan bakteri kariogenik dengan genus paling besar dari total populasi bakteri pada plak gigi dan cenderung berkoloni pada rongga mulut. Pertumbuhan Streptococcus mutans dapat dikurangi dengan pemberian agen antibakteri dari bahan alami,misalnya madu. Pada penelitian ini digunakan 3 jenis madu, yaitu madu Randu (Ceiba pentandra), madu Rambutan (Nephelium lappaceum),dan madu Hutan dengan berbagai macam konsentrasi (100%, 50%, 25%). Penelitian ini bertujuan mengetahui efek antibakteri dari ketiga jenis madu terhadap pertumbuhan populasi Streptococcus mutans dan perbandingan efek tersebut. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik laboratorik in vitro dengan objek penelitian Streptococcus mutans murni. Pada penelitian ini, digunakan kertas cakram antibiotik Clindamycin (kontrol positif) dan kertas cakram yang ditetesi akuades steril (kontrol negatif). Diameter zona inhibisi di sekeliling kertas cakram diukur menggunakan jangka sorong. Hasil penelitian memperlihatkan rerata zona inhibisi madu Randu (Ceiba pentandra), madu Rambutan (Nephelium lappaceum), dan madu Hutan secara berturut-turut adalah 9,49, 7,95, dan 8,88 mm. Uji statistik Two Way ANOVA menunjukkan setiap jenis madu memiliki pengaruh inhibisi langsung terhadap Streptococcus mutans. Uji Tukey HSD memperlihatkan madu Randu (Ceiba pentandra) memiliki efek antibakteri paling baik. Kesimpulannya ketiga jenis madu memiliki efek antibakteri terhadap Streptococcus mutans dan madu Randu (Ceiba pentandra) memiliki efek antibakteri yang terbaik terhadap bakteri Streptococcus mutans, kemudian diikuti oleh madu Hutan dan madu Rambutan (Nephelium lappaceum).

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Madu Hutan, Madu Rambutan (Nephelium lappaceum), madu Randu (Ceiba pentandra), Streptococcus mutans
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Depositing User: Perpustakaan Maranatha
Date Deposited: 01 Mar 2013 07:19
Last Modified: 01 Mar 2013 07:19
URI: http://repository.maranatha.edu/id/eprint/2738

Actions (login required)

View Item View Item