Perbandingan Efek Air Perasan Daun Blustru (Luffa cylindrica (L.) Roem) dan Air Perasan Daun Tempuyung (Sonchus arvensis L.) dalam Mempercepat Penyembuhan Luka Insisi Mencit Swiss Webster

Kesuma, Velicia Irene (1210135) (2015) Perbandingan Efek Air Perasan Daun Blustru (Luffa cylindrica (L.) Roem) dan Air Perasan Daun Tempuyung (Sonchus arvensis L.) dalam Mempercepat Penyembuhan Luka Insisi Mencit Swiss Webster. Undergraduate thesis, Universitas Kristen Maranatha.

[img]
Preview
Text
1210135_Abstract_TOC.PDF - Accepted Version

Download (167Kb) | Preview
[img] Text
1210135_Appendices.PDF - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (2023Kb)
[img]
Preview
Text
1210135_Chapter1.PDF - Accepted Version

Download (1994Kb) | Preview
[img] Text
1210135_Chapter2.PDF - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (2031Kb)
[img] Text
1210135_Chapter3.PDF - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (1998Kb)
[img] Text
1210135_Chapter4.PDF - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (1999Kb)
[img]
Preview
Text
1210135_Conclusion.PDF - Accepted Version

Download (1987Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
1210135_Cover.PDF - Accepted Version

Download (254Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
1210135_References.PDF - Accepted Version

Download (1996Kb) | Preview

Abstract

Manusia dalam kehidupan sehari-hari rentan mengalami luka. Ada berbagai cara untuk pengobatannya baik dengan pengobatan modern dan tradisional. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisa efek air perasan daun blustru (APDB) dan air perasaan daun tempuyung (APDT) serta perbandingan potensinya dalam mempercepat durasi penyembuhan luka. Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorik. Enam kelompok mencit (n=5) dibuat luka sayat sepanjang 2 cm. Pengobatan dan pengukuran panjang luka dilakukan setiap hari secara topikal. Kelompok I diberi APDB 10%, kelompok II diberi APDB 20%, kelompok III diberi APDT 10%, kelompok IV diberi APDT 20%, kelompok kontrol diberi air akuades, dan kelompok pembanding diberi povidone iodine 10%. Data yang diamati adalah durasi penyembuhan luka (hari) hingga kedua tepi luka saling bertautan. Analisis data menggunakan uji non parametrik Kruskal- Wallis dilanjutkan uji Mann- Whitney dengan α = 0,05 menggunakan program komputer. Hasil penelitian menunjukan rerata durasi penyembuhan luka dalam hitungan hari kelompok APDB 10% (8,4), APDB 20% (7,4), APDT 10% (10,4), APDT 20% (9,2) berbeda sangat bermakna dibandingkan dengan kelompok kontrol (11,6) dengan p = 0,007 ; 0,005 ; 0,009 ; 0,007. Apabila antar kelompok dibandingkan, maka perbandingan kelompok APDB 20% terhadap APDT 20% menunjukkan hasil bermakna dengan p = 0,014. Perbandingan kelompok APDB 10% dengan APDT 10% menunjukkan hasil yang tidak bermakna dengan p = 0,093%. Kesimpulan adalah APDB 10%, APDB 20%, APDT 10, dan APDT 20% berefek dalam mempercepat penyembuhan luka. APDB mempunyai potensi yang lebih kuat daripada APDT.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: penyembuhan luka, Luffa cylindrica (L.) Roem, Sonchus arvensis L
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Divisions: Faculty of Medicine > 10 School of Medicine
Depositing User: Perpustakaan Maranatha
Date Deposited: 26 Nov 2015 04:49
Last Modified: 26 Nov 2015 04:49
URI: http://repository.maranatha.edu/id/eprint/17552

Actions (login required)

View Item View Item