The New Concept of Bieder Frau

Rachel, Erica (1061002) (2013) The New Concept of Bieder Frau. Other thesis, Universitas Kristen Maranatha.

[img]
Preview
Text
1061002_Abstract_TOC.pdf - Accepted Version

Download (143Kb) | Preview
[img] Text
1061002_Appendices.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (3673Kb)
[img]
Preview
Text
1061002_Chapter 1.pdf - Accepted Version

Download (85Kb) | Preview
[img] Text
1061002_Chapter 2.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (943Kb)
[img] Text
1061002_Chapter 3.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (691Kb)
[img] Text
1061002_Chapter 4.pdf - Accepted Version
Restricted to Registered users only

Download (2417Kb)
[img]
Preview
Text
1061002_Conclusion.pdf - Accepted Version

Download (55Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
1061002_Cover.pdf - Accepted Version

Download (92Kb) | Preview
[img]
Preview
Text
1061002_References.pdf - Accepted Version

Download (70Kb) | Preview

Abstract

Koleksi busana semi-couture dengan nuansa vintage dan romantis berjudul Bieder Frau merupakan penggabungan konsep ‘Biedermeier’ dan ‘Frau’. Biedermeier adalah periode yang mengawali era Romantis pada tahun 1815 di kawasan Eropa Tengah, khususnya Jerman dan Austria. Frau dalam bahasa Jerman merupakan kata sapaan formal bagi wanita, terlepas dari usia dan status pernikahannya. Citarasa khas Biedermeier adalah keindahan yang tampil bersahaja dan alami. Bentuk busana, arsitektur dan interior pada masa ini bercirikan unsur floral yang romantis, feminin dan graceful. Keunikan koleksi ini terwujud melalui pemilihan reka bahan yakni sulam pita dan hiasan bernuansa floral serta teknik celup kain yang terinspirasi dari lukisan era Biedermeier. Sulam pita memerlukan ketelitian dan kesabaran karena prosesnya memakan waktu cukup lama. Keunikan lain tampak dari teknik celup yang menghasilkan efek gradasi warna lembut seperti hijau muda dan merah muda. Selain itu, proses pemanasan dan takaran pewarna harus diperhatikan agar hasilnya optimal. Tahap pengerjaan desain dimulai dengan memfokuskan ruang lingkup konsep perancangan yaitu pada era Biedermeier. Selanjutnya konsep dirumuskan ke dalam mind map, moodboard serta alternatif ilustrasi desain. Proses dilanjutkan dengan riset material, eksperimen teknik celup, sulam pita, pembuatan embellishment serta contoh reka bahan. Setelah itu, dilanjutkan pembuatan pola, cutting, aplikasi reka latar pencelupan, reka struktur sulam pita dan embellishment, proses penjahitan dan diakhiri dengan tahap finishing. Berdasarkan penerapan tema melalui pemilihan siluet, material dan reka bahan yang tertuang dalam keempat busana koleksi Bieder Frau, maka hasil perancangan dapat digunakan oleh wanita dari kelas menengah ke atas, dengan range usia 19-27 tahun yang menyukai gaya romantis, vintage, feminin dan berjiwa low-profile. Selain itu, koleksi ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan sandang masyarakat dalam acara formal dan semi formal. Berbagai inspirasi tersebut dituangkan dengan menerapkan esensi dari era Biedermeier namun disesuaikan dengan kebutuhan serta demografi masyarakat masa kini sehingga koleksi ini dapat menjadi alternatif busana bagi masyarakat modern untuk acara formal dan semi formal.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Biedermeier, floral, romantic, feminine, semi-couture
Subjects: N Fine Arts > NX Arts in general
Divisions: Faculty of Arts & Design > 61 Diploma Program of Arts and Design (Fashion Design Specialization)
Depositing User: Perpustakaan Maranatha
Date Deposited: 04 Mar 2015 02:30
Last Modified: 04 Mar 2015 02:30
URI: http://repository.maranatha.edu/id/eprint/10714

Actions (login required)

View Item View Item